☆ October 15, 2014 ☆
its more than enough

huhu ngga tau apa yang bikin dada gue nyesek akhir-akhir ini. kayanya semua yang gue pengen udah terkabul, mulai dari ba bi bu be bo. kayanya ngga ada yang kurang gitu, tapi kenapa tetep ngejanggal ya? hm apa karna dia yg aneh selalu menghantui? ngga juga. jadi? ahsudahlah

☆ October 12, 2014 ☆

Berbuat baik itu terkadang berat. Disaat kita baik kepada orang lain semata-mata untuk mengharapkan Ridha-NYA, disitu pula Allah menguji kita dengan cara diperlakukan secara tidak selaras oleh orang yang sudah kita baik-in tadi.

Saat mereka susah, saat mereka sedih, saat mereka dikucilkan dan saat mereka terdesak, sudahkah kita ada untuknya? Jika sudah, itu artinya kita bisa disebut sebagai sahabat sejati buat mereka.

Saat berada pada titik terbawah, disitu lah saat dimana kita bisa melihat siapa teman yang sebenarnya. Yaitu, dia yang tidak membiarkan kita sendiri kala kesusahan, dia yang menghibur, dia yang selalu meyakinkan kita bahwa kita bisa bangkit dan lebih baik lagi.

Terkadang benar, yang memberikan perhatian akan dikalahkan dengan orang yang datang menjenguk.
Yang hanya sekedar menawarkan, akan dikalahkan dengan orang yang langsung mengantarkan.
Begitulah perumpamaannya.

Menunggu, Pasrah, dan Pergi.

Pernahkah kamu berfikir bahwa ada seseorang yang selalu menunggumu tanpa mereka memberitahumu? Kadang sebenarnya mereka itu sangat dekat denganmu, disaat kamu butuh, disaat kamu kesepian, dan bahkan disaat kamu tidak diperdulikan lagi oleh orang lain, tapi dia selalu saja punya cara untuk menghibur dan menemanimu.

Mungkin, segala yang dilakukannya tidak bernilai apa-apa dimatamu, tetapi percayalah bahwa hal-hal kecil yang dilakukannya itu semata-mata tulus untuk membahagiakanmu.

Nah, pada kenyataannya setiap manusia itu punya batas kesabaran. Ngga ada manusia didunia ini yang sabar total selama-lamanya. Pasti mereka punya titik jenuh untuk sabar dan akhirnya mereka memilih jalan untuk berhenti dan mundur.

Artinya, mereka yang telah menunggumu, tidak akan selamanya bakal menjadi penunggu. Lantas, bagaimana perasaanmu jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu? Tidak ada lagi orang yang mau menunggu ketidak pastianmu?

Sempatkah kamu berfikir bahwa sudah berapa banyak waktu orang lain yang kamu buang untuk menunggu ketidak-pastianmu? Lalu, masihkah kamu berfikir untuk menyalahkannya karena dia telah meninggalkanmu lebih dulu?

Sadarkah kamu jika selama ini kamu menjadi orang yang tidak pernah tepat waktu, menjadi orang yang selalu tidak jelas akan bertindak, dan menjadi seseorang yang se-enaknya saja. Disaat mood, kamu datang. Disaat butuh, kamu datang. Disaat sedih, kamu berkeluh kesah. Namun, disaat kamu menjanjikan sesuatu hal, tapi kamu sendiri lebih dulu untuk mengingkarinya. Dan bahkan disaat kamu mendapat kebahagiaan, kamu memilih berbagi kebahagiaan itu bersama orang lain.

Sakit bukan?

Sampai kapan kamu berfikir bahwa orang lain selalu bisa menerima ketidaktepatan mu? Mungkin sampai tidak ada lagi satupun orang yang menunggumu.

Sadarlah bahwa kamu telah membuang orang-orang yang tadinya begitu sabar terhadapmu. (Dan kini mereka meninggalkanmu, itu katamu….) Sadarkah bahwa kamu yang meninggalkan mereka?

karena kamu tidak pernah menghargai waktu yang mereka miliki. kamu telah menyia-nyiakan kepercayaan yang ia berikan, dan kamu telah menahan mereka untuk maju. Hanya demi menunggumu, yang tidak pernah bisa mereka pastikan kapan datang dan siapnya, sesuai dengan yang pernah kamu janjikan dulu.

Bagaimana perasaanmu?

(Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua, untuk tidak suka memberikan harapan kepada orang lain. Bijaksanalah dalam bertindak. Karena dunia ini bukan kesenangan kita saja. Kita hidup bersama, kalau mati baru sendiri. Pertanggung-jawaban atas semua tindakan pun juga sendiri. Selagi bisa membahagiakan orang lain, bahagiakanlah. Jangan sampai orang lain menyimpan kesan yang tidak meng-enakkan atas diri kita).

☆ May 18, 2014 ☆
Tersenyumlah Hati yang Bersedih

Saat kita menempuhi anak duri dunia, derita sekali rasanya dan sakitnya pun mencuit hati. Hati remuk menangis tiada henti. Kesedihan terus menerus bersemedi di dasar hati. Ketika itu sabar pun sudah tidak dikenal lagi.

Dalam terharu…

Air mata pun bercucuran juga. Begitulah kehidupan di dunia.

Kita tidak akan dapat menyangka apa yang Allah SWT aturkan untuk kita. Adakalanya kita tersangat gembira, adakalanya kita tersangat kecewa. Namun, jangan risau manusia. Allah SWT itu Tuhan kita, Tuhan yang maha luas kasih sayangnya.

Percayalah, Allah tidak akan menguji hamba NYA, kecuali untuk melihat hamba NYA tersenyum disana, tertawa disana, Berbahagia disana, Insya Allah di SYURGA. Yang mengalir dibawahnya sungai-sungai yang mendamaikan jiwa

Didalam hati manusia ada ketulusan dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Allah SWT.

Wahai hamba Allah..

Jangan bersedih, karena anda telah melalui kesedihan itu kemarin dan ia sama sekali tidak memberi manfaat pada keesok harinya.

kesedihan demi kesedihan akan membuat anda semakin terpuruk dalam keputus asaan dan dunia yang luas dirasakan sempit dan tidak lagi berguna

Padahal, didunia inilah kesempatan untuk kita mendekatkan diri kepada Allah demi meraih Syurga NYA yang sangat indah

Namun karena kesedihan, air yang manis akan terasa pahit, makanan yang lezat terasa hambar, bunga mawar yang mekar kembali layu

ingatlah tangisan terindah itu, apabila butir-butir airmata mengalir hangat dipipi, lantaran terasa diri kita begitu kerdil di sisi Allah, dan begitu berdosanya diri kita di sisi Allah

wahai hamba Allah..

lihatlah disekeliling kamu dan teguhkan pendirianmu. Sepanjang hidup dan usiamu jangan mudah berputus asa. Senyuman yang kau berikan dan air mata yang kau titiskan, simpan…… dan jadikan tauladan. Segala yang kau pandang dan dengar, simpan…. buat pedoman.

You don’t know everything but Allah knows everything.

Don’t be sad, Allah SWT always with you :-)

(dari sebuah tulisan, Warna Hidupku.)

☆ April 6, 2014 ☆
So long, and goodbye

I would like to tell a story about grandma, whom we used to call Oma. Oma ngga beda jauh sama nenek-nenek orang lain di dunia ini. Oma bakal tetep pusing nge liat gue ga makan seharian, bakal tetap cerewet ngajarin masak, dan selalu nge dongengin cerita-cerita legenda Utk para cucu-cucu nya. Begitu banyak kenangan bersama beliau, mulai dari gue kecil hingga usia 20 tahun. Dulu, Waktu gue masi kecil (belum masuk sekolah), gue dan irgi tinggal bersama Oma di padang, lantaran waktu itu mama dan papa sibuk bekerja di daerah. Waktu terus berputar hingga sampai saat dimana gue selalu berkunjung ke rumah Oma untuk melihatnya, sekaligus jalan-jalan dengan membawa rantang yg berisi makanan buatan sendiri. Dan yang paling membahagiakan itu adalah berkumpul saat lebaran. Anak-anak Oma, cucu-cucu Oma berkumpul semua dirumah beliau. Yang paling bahagia lagi ketika pembagian THR. Gue selalu mendapat bagian paling besar ketimbang cucu-cucu Oma lainnya. Dan sampai pada suatu pagi, sekitar pukul setengah 6. Gue mendapat telpon dari mama. Saat itu badan mulai remuk dan panas karna kurang tidur. Gue angkat telpon mama dengan niat tadinya bakal berbagi keluhan, but mama Malah keduluan nangis ketimbang gue bicara. Dan ngabarin kalo Oma udah berpulang kepangkuan-Nya. Innalilahiwainnailaihirojiun. Seingatnya, gue belum pernah patah hati sehebat pagi itu. Sisa hari itu gue habis in buat nangis, banyak yg terlintas, banyak Hal yg belum diungkapkan, gue belum ngasi sesuatu ke Oma. 6 januari 2014, Oma meninggalkan kita semua. Semoga Oma tenang disana:( dunia kita sudah berbeda, tapi hati ini Akan selalu terukir namamu Oma. Semoga semua pesan mu sebelum Aku berangkat kuliah dapat terkabul. Amin

☆ October 6, 2013 ☆

Terkadang semakin istimewa kamu memperlakukan seseorang, semakin dia memanfaatkan dirimu. Bijaksanalah dalam memperlakukan 😇

☆ September 23, 2013 ☆

Ya Allah… Temanilah Aku didalam kesendirianku.. Dan sayangilah Aku didalam keterasingan ku 😇

☆ August 27, 2013 ☆
Selamat Hari Ibu, Mama.


22 Desember 2012
Happy mother’s day~

image

Mama

Loving you is like food to my soul.

Is like oil to car and

Loving you is like sun to Photosynthesis.

Mama…

Terimakasih buat Kasih sayang mu untuk papaku, aku dan adik-adikku. Kau adalah cinta tanpa pamrih. Kau adalah Kasih tiada henti. Kau adalah bunga tanpa layu. Kau adalah Pahlawan tanpa tanda jasa

Apalah artinya aku tanpa mu

Ma, Aku tahu semua letihmu itu tulus. Dulu engkau pernah bilang “Cepat besar anakku.. Jadilah orang besar, yang membesarkan hati Mama dan Papa”

Mama… Mungkin semua hebatku tak kan pernah ada tanpa ikhlas pengorbananmu.. Karna Sabdamu adalah do’a, Do’a yang nyaring terdengar dan pasti didengar oleh-NYA..

Mama…

Masih terasa bahumu menjadi sandaran kepalaku, masih terasa tepukanmu dipantatku yang membuatku tertidur, masih terngiang suaramu memanggil namaku dan masih terngiang nasehat-nasehatmu.

Aku tahu engkau berkorban hanya untukku.

Masih kuingat ketika engkau kena minyak panas disaat masak telor dadar untukku, ketika engkau mencuci, ketika engkau menangis saat aku kecelakaan, ketika engkau bahagia disaat aku mendapat juara, ketika engkau tertidur karena lelah, ketika engkau mendoakanku, Aku tahu Mama…

Aku tahu cintamu sedalam lautan. Pengorbananmu pun tak pernah pudar. Maafkan segala kesalahanku. Jerih payahmu tak tertandingi, Membuat ku selalu ingin sepertimu.

Untukmu Mamaku..

Doaku selalu menyertaimu. Terima kasih atas segala panduanmu, Hidupku begitu berarti karenamu. Semoga Allah selalu melindungimu, Dan segala impianmu terwujud atas kehendak-Nya. Kasih sayangku untukmu selalu, Selamanya.. Walau tak terlukiskan, namun selalu tercipta untukmu…

☆ July 12, 2013 ☆
No title

Bukannya diri ini menyukai kesendirian. Namun… telah terlalu lama aku tenggelam dalam kesendirian sehingga membuatku nyaman.

☆ July 4, 2013 ☆
Request by: Adhe Syaskia Dewi.
Boloys.art